Pasaran Motor Tahun 1980 – 1990an: Harga Mulai Tak Masuk Akal

  • Sabtu, 2 September 2017 11:30 WIB

Honda GL100 kini makin diminati. | Indramawan

Kalau sebelumnya, Honda CB100 banyak diburu, kini giliran GL100 atau GL Pro yang mulai jadi incaran. Tak hanya itu saja. Menurut Benediktus Hengky P. atau lebih dikenal dengan sapaan Wawan ‘Junx’ Bakwan dari 69 Nerakatau Inc., Semarang, motor-motor tahun 1980 – 1990an kini harga mulai tak masuk akal.

“Soal harga, memang enggak bisa dipastikan karena banyak terkait sama kondisi motor. Cuma untuk motor tahun 1980 - 1990an, kini harganya sudah enggak masuk akal dibandingkan beberapa tahun yang lalu. Apalagi kalau kondisinya masih orisinal,” buka Bakwan.

Sebut saja Honda GL100 atau GL Pro. Lalu Yamaha RXZ atau RZR. “Yang saya belum lihat itu Binter AR125. Padahal menurut saya, potensi booming-nya top motor itu,” ujar Bakwan yang kerap terlihat di event Suryanation Motorland melakukan demo pinstrip.

undefined
Motor lawas di bawah tahun 1980, harga sudah mencapai puluhan juta rupiah.

Meskipun harga melambung, namun menurut Bakwan, pasaran motor tahun 1980 – 1990an masih relatif terjangkau. “Masih terjangkau sih dibanding motor di bawah tahun itu. Kalau motor yang lebih tua lagi sudah masuk kategori barang koleksi. Jadi lawannya ya kolektor-kolektor senior yang duitnya sudah enggak pakai nomor seri itu,” senyum Bakwan.

undefined
Honda CB200 tahun 1973 - 1976 ori seperti ini sudah masuk kategori koleksi.

Menanggapi semakin maraknya minat terhadap motor tahun 1980 – 1990an ini juga dibenarkan Harsoyo Santoso alias Ahong, atau lebih dikenal dengan nama Hongkingkong, builder Hongkingkong Custom, Surabaya. Menurutnya setelah Honda CB100 yang fenomenal, dan kemudian diikuti Yamaha RX-King, juga classic trail seperti Suzuki TS 125, kini Honda GL100 juga mulai banyak dicari.

“Saya lihat sejak 1 tahun terakhir ini GL100 mulai naik pamornya,” buka Hongkingkong (HK). Hal ini bisa dilihat dari harga GL100 di pasaran. “Dulu, kita bisa dapat GL100 bagus cuma Rp 3 – 4 juta. Tapi sekarang mulai naik. Bisa sampai Rp 7 juta. Itu pun masih standar kondisinya, tapi utuh,” lanjut Ahong. “Ada teman di salah satu komunitas CB di Surabaya yang dapat GL100 dengan harga segitu. Menurut saya itu sudah murah…” (Baca juga: http://motorplus.grid.id/motolife/pamor-honda-gl-100-naik-kini-mulai-banyak-dicari)

undefined
Komponen seperti tangki ikut jadi buruan.

Memang benar. Kebetulan Nugroho Sakri, pemilik GL100 1982 yang tinggal di Waru, Sidoarjo. Dia mengaku menjual motornya Rp 2,75 juta kira-kira 4 tahun lalu. “Kondisinya apa adanya. Semua masih ori, kecuali fork depan pakai punya GL Pro imitasi, dan swingarm punya GL 100 variasi model kotak. Kondisi tangki bocor,” ujar Sakri.

undefined
Hardjito, pegawai SPBU Pertamina Banjarsugihan, Tandes, Surabaya Barat.

Kita bandingkan dengan GL100 1983 punya Hardjito, pegawai SPBU Pertamina Banjarsugihan, Tandes, Surabaya Barat. “Kapan itu ditawar orang dari Tambaksari. Ditukar Yamaha Mio plus saya dikasih duit Rp 4 juta. Tapi saya tolak…” ujar Hardjito yang mengaku tidak tahu menahu soal pasaran GL100 sekarang. “Yang jelas motor ini tidak saya jual karena pemberian mantan bos saya yang sekarang sudah almarhum,” tutur Hardjito.

Naskah & Foto: Indramawan     

Reporter : Otoplus Editor
Editor : Otoplus Editor

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×