Driving Impression Wuling Confero S 1.5L: Beda Dengan Produk Tiongkok

  • Senin, 21 Agustus 2017 08:15 WIB

Penggerak roda belakang terbukti lebih handal di jalan menanjak. | Nugroho Sakri

Jujur sebelum menyentuhnya, kami sempat pesimis dengan kualitas material. Trauma dengan mobil-mobil Tiongkok yang masuk sebelumnya, seperti Chery dan Geely.

Nyatanya, kualitas material, baik bodi dan kabin cukup baik. Tak ada sisa cetakan atau aroma plastik yang tercium di ruang kabin, seperti dua brand Tiongkok terdahulu. Beberapa detail seperti material karpet atau panel beraksen piano black, bahkan tak kami jumpai di low MPV Jepang.

"Berbeda dengan produk sebelumnya yang didatangkan langsung dari Tiongkok, Wuling membangun pabrik seluas 30 ha di Karawang. Saat ini Confero sudah memiliki 56% kandungan lokal," jelas Antonius Abirama, marketing & promotion manager PT Wahana Autoberlian Utama, dealer Wuling Motors di wilayah Jatim, Bali dan Lombok.

Performa

Confero S dibekali mesin berkapasitas 1.485 cc, bertenaga maksimal 107 dk dan torsi maksimal 142 Nm. Di rute-rute padat seperti dalam kota, performa Confero cukup sigap saat berakselerasi pada kondisi lalu lintas stop and go. Saat kami coba di ruas tol Surabaya-Pandaan, kecepatan 150 km/jam tak sulit diraih. Namun untuk keamanan, kami sarankan membatasi kecepatan melaju maksimal 120 km/jam saja di tol, lantaran di atas itu, ia mulai limbung.

undefined
Mesin 1.5 sanggup mengakomodir kebutuhan rute dalam dan luar kota.

Hal lain yang menjadi catatan yaitu deru mesin. Saat melaju 100 km/jam, jarum takometer menunjukkan angka 3.500 rpm. Hampir sama dengan Toyota Avanza.

Karakter ini khas mobil berpenggerak roda belakang. Yup! Beda dengan low MPV moderen kebanyakan, Wuling memilih format penggerak roda belakang untuk Confero yang dirasa paling cocok dengan karakter jalan di Indonesia.

Kenyamanan

undefined
Di jalan jelek, redaman suspensi masih terasa empuk.

Dengan dimensi panjang 4.530 mm, ruang kabin yang disuguhkan termasuk lega untuk ukuran low MPV. Terlebih desain bodinya cenderung mengotak.

Bibir jendela yang rendah membuat perjalanan jauh jadi menyenangkan, karena penumpang leluasa melihat pemandangan sepanjang perjalanan.

Reporter : Otoplus Editor
Editor : Otoplus Editor

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×