Hockenheim NitrOlympx Drag Racing: 400 Meter Dalam 3,9 Detik Pada 500 Km/Jam!

  • Rabu, 30 Agustus 2017 16:45 WIB

NitrOlympx Drag Racing sudah digelar selama 30 tahun di Rico Anthes Quarter Mile, Hockenheimring. | Onno “Berserk” Wieringa

European Drag Racing Championship digelar di bawah payung FIA (The Fédération Internationale de l’Automobile) dan FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme) sejak 1996. Tahun ini, kejuaraan digelar 6 seri di 4 negara. Masing-masing di UK – Santa Pod Raceway (2 seri), Swedia - Tierp Arena (2 seri), Finlandia -Alastaro Circuit dan Jerman – Hockenheim Ring. Special Contributor OTOPLUS, Onno Wieringa berkesempatan meliput seri ke 4 yang digelar di Hockenheimring, Jerman (18 – 20/08) lalu.

undefined
Liputan Langsung Onno Wieringa (Special Contributor For OTOPLUS & Motor Plus Indonesia)

Hockenheim NitrOlympx Drag Racing sendiri sudah digelar selama 30 tahun. Selama itu, event ini tak pernah sepi peminat dan pengunjung. Itulah yang membuat saya ingin melihat dari dekat, seperti apa event ini. Termasuk Saturday Night Show yang legendaris dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari event ini.

undefined
Butuh 10 liter nitro dalam sekali run.

Sejak hari Jumat (18/08), para pecandu kecepatan berbondong-bondong mendatangi trek drag race di Hockenheimring yang bernama Rico Anthes Quarter Mile. Begitu pula kerumunan penonton. Dalam benak mereka, pasti terlintas bayangan, seperti apa rasanya membesut salah satu dari kendaraan itu.

undefined
Geeuwke, dragster 10 tahun asal Belanda yang tergabung dalam tim Geeuwke Dragracing antusias ikut ambil bagian.

Bagaimana tidak. Para pembalap ini hanya butuh waktu 6 detik selepas start untuk mencapai garis finish dalam jarak seperempat mil (400 meter)! Bisa dibayangkan, melaju di atas motor bertenaga lebih dari 1.000 BHP dengan kecepatan 350 km/jam, mereka seperti manusia yang dilontarkan di atas roket yang menenggak 10 liter nitro dalam sekali run.

undefined
“Seorang drag racer yang bagus tak pernah melihat green light.” Begitulah ungkapan yang dipercaya di kalangan pembalap.

“Seorang drag racer yang bagus tak pernah melihat green light.” Begitulah ungkapan yang dipercaya di kalangan pembalap. Sebab insting mereka sudah terasah baik, dengan reaction times yang mendekati 0,2 detik…

undefined
Hanya dalam waktu 3 detik, motor-motor yang turun di kelas Top Fuel ini melahap habis lintasan.

Dan jika Anda melihat motor-motor yang turun di kelas Top Fuel, Anda pasti sulit mempercayai mata Anda. Bayangkan, hanya dalam waktu 3 detik mereka melahap habis lintasan itu. 

undefined
Mesin V8 supercharged yang menggunakan nitro sebagai bahan bakar, mereka sanggup memuntahkan tenaga 9.000 tenaga kuda.

Bahkan untuk mobil yang menggunakan mesin V8 supercharged dan menggunakan nitro sebagai bahan bakar, mereka sanggup memuntahkan tenaga 9.000 tenaga kuda!

Namun bagi Jndia Erbacher, anak perempuan Urs Erbacher (juara 6 kali FIA European Championship) asal Swiss yang masih berusia 20 tahun, monster ini seperti mainan saja. Dia baru saja menerima FIA Qualification-nya (ijin dari federasi otomotif internasional), untuk mengendarai mobil Top Fuel.

undefined
Jndia melaju sampai babak final, meski akhirnya dikalahkan Duncan Micallef.

Ya, ini adalah official race-nya yang pertama, dan dia melakukannya dengan baik. Jndia bahkan melaju sampai babak final, meski akhirnya catatan waktunya 4.056 / 451.12 berhasil dikalahkan Duncan Micallef, dragster asal Malta yang menjuarai 3 seri berturut-turut, dengan 3.993 / 487.35. Namun tetap saja raihan Jndia ini sangat impresif.

undefined
Jndia Erbacher saat berada di dalam kokpit Top Fuel besutannya,

Reporter : Otoplus Editor
Editor : Otoplus Editor

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×