Honda Tiger 2009 (Pandawa Motor Surabaya): Geger Kolor Ijo!

  • Rabu, 6 September 2017 19:00 WIB

Inilah sosok Kolor Ijo yang bikin geger jagat custom Jawa TImur. Berikutnya nasional? | Indramawan

Antara ada dan tiada, percaya atau tidak, tapi kisah Kolor Ijo memang bikin heboh luar biasa. Tak hanya di Pulau Jawa, makhluk astral yang doyan perempuan ini juga bikin geger di pelosok negeri.

Nah, kisah Kolor Ijo ini sama persis dengan Honda Tiger chopper garapan arek-arek Pandawa Motor Surabaya. Begitu rampung bulan Mei lalu, motor berkonsep Indonesian Chopper ini langsung bikin geger jagat contest bike Tanah Air.

undefined
Begitu turun kontes langsung gasak juara 1 HMC Surabaya & Customday Gresik.

Di gelaran Honda Modif Contest (HMC) seri Surabaya lalu, Kolor Ijo berhasil menyabet predikat juara 1 untuk kelas FFA, dan berikutnya di Customday Gresik berhasil menggasak predikat jawara untuk kelas Chopper. Dan target berikutnya adalah Suryanation Motorland yang akan digelar di Surabaya bulan November nanti. Padahal bendera Pandawa Motor ini terbilang masih baru di jagat custom.

undefined
Hasan Law dari Pandawa Motor punya tekat jadi jawara nasional HMC tahun ini.

“Kebetulan kami memang kasih julukan motor itu Kolor Ijo,” buka Hasan Law dari Pandawa Motor yang punya tekat untuk menjadi jawara nasional HMC tahun ini. “Sebab sejak HMC digelar, paling mentok saya sebagai juara region.”

Nah, bersama tim Pandawa Motor yang baru dibentuknya, Hasan Law bertekat mewujudkan mimpi ini.

Konsep Indonesian Chopper

undefined
Konsep Ijo mengusung konsep Indonesian chopper.

Kolor Ijo mengusung konsep Indonesian chopper. “Dimensi tidak terlalu gede, wheelbase tidak terlalu panjang, dan ground clearance tidak terlalu rendah, supaya cocok dengan kondisi jalan di Indonesia yang sempit, tidak rata dan banyak polisi tidur,” buka Wiro Hayat, selaku builder mewakili tim Pandawa. Sebagai tambahan, motor basis juga harus bersifat umum.

undefined
Rangka dibuat sendiri supaya proporsional dengan dimensi mesin.

Untuk itu, rangka dibuat sendiri dari bahan pipa seamless ukuran 1 dim untuk main frame dan sub frame 7/8 dim. “Supaya dimensi motor proporsional dengan ukuran mesin, dan sesuai postur tubuh pengendara (tinggi badan 165 cm),” buka Wiro yang menetapkan jarak sumbu roda ideal 138 cm dengan jarak dari bagian bawah mesin ke tanah 18 cm. Dimensi ini sedikit lebih besar ketimbang Tiger.

undefined
Dimensi motor sesuai dengan postur Hasan Law dan kebanyakan orang Indonesia.

Untuk mendapatkan jarak wheelbase itu, Wiro mengambil titik tengah dari posisi as kruk di mesin. “Terus kita ukur depan-belakang. Kalau 138 : 2, ya ketemunya panjang ke belakang 69 cm, ke depan 69 cm. Sementara sudut rake pakai 28 derajat dengan menggunakan fork bawaan Tiger.”

undefined
Ukuran geometri sangat diperhitungkan demi balance yang ideal.

Demi memastikan geometri rangka sudah benar, sebelum finishing, motor dites jalan dulu. “Kita coba jalan 60 km pulang pergi. Impresinya sudah oke, seimbang,” kata Wiro.

undefined
Rangka rigid (minus suspensi) untuk kejar gaya classic chopper.

Soal estetika, Wiro terinspirasi classic chopper. Tak hanya pasang rangka model rigid (minus suspensi belakang), tapi juga sistem kopling model suicide shift. Maklum Kolor Ijo ini juga dibuat untuk gacoan kontes. Karena itulah, detailing benar-benar diperhatikan.

undefined
Pada suicide shifter, kopling difungsikan menggunakan kaki dan perpindahan gigi melalui tongkat, mirip motor lawas era 1900.

Dan karena pengin pasang knalpot model double-pipe, maka Wiro memasang kepala silinder twin port (mirip Suzuki Thunder 250) merek Masterpiece asal Cina. Jadi meski satu silinder, tapi keluar dua saluran exhaust. “Sudah banyak sih di pasaran. Cocok buat Tiger, jadi tinggal pasang aja, tanpa kesulitan,” info Wiro.

undefined
Kepala silinder twin port, meski satu silinder, tapi keluar dua saluran exhaust.

Naskah & Foto: Indramawan

 

Data modifikasi

Rangka: Pandawa Custom

Fork: Honda Tiger custom            

Pelek depan: DID 215  x 18

Pelek belakang: DID 215 x 17

Ban depan: Swallow Tipe 212, 350/18 

Ban belakang: Swalow Classic 400/17 

Rem teromol (depan – belakang): Yamaha XS 650

Setang: handmade

Lampu depan: Jute

Tangki & Sepatbor: handmade

Jok: handmade

Lampu belakang: Independent

Knalpot: handmade

Mesin: cylinder head twin port

Owner:  Hasan Law

Builder: Wiro Hayat

Workshop: Pandawa Custom, Jl. Sedati No. 5A , Ruko Pergudangan Betro  Sidoarjo, HP 0813 331000888 

Reporter : Otoplus Editor
Editor : Otoplus Editor

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×