Modifikasi Volvo S90: Volvo Mania

  • Sabtu, 27 Mei 2017 13:02 WIB

Mobil Eropa, tak kalah gaul jika dimodifikasi | Iman/otoplus

Tangerang - Memilih mobil dianggap sebuah hal yang menggambarkan personalitas seseorang. Seperti keputusan pria asal Serpong, Tangerang Selatan. “Meskipun usia kendaraan sudah terbilang uzur, tapi kalau keluaran Eropa pasti memiliki kenyamanan lebih bagus dibanding pabrikan Jepang,” ujarnya.

Pria yang hanya mau ditulis nama sapaannya ini pun menjelaskan pengalaman sebelumnya, terutama hal yang berhubungan dengan modifikasi. “Dulu sempat pakai mobil hatchback merek Jepang. Begitu pasang air suspension, ternyata bantingan jadi keras banget,” papar Andy, panggilannya. 

undefined
Dibuat wide body

Dari situlah Andy langsung mengalihkan hati pada mobil keluaran Eropa. “Makanya sejak tahun 2012 lalu, saya pindah bermain Volvo,” bebernya. 

Sebagai informasi, Volvo yang dijuluki Swedish Brick memang dikenal sebagai mobil dengan sistem keselamatan tinggi serta mempunyai kenyamanan kelas atas. Tak salah kalau dulu selalu menjadi bagian dari kehidupan pejabat atau masyarakat kalangan atas. 

Di tangan Andy, Volvo S90 tidak dibiarkan berpenampilan layaknya mobil dinas pejabat lawas. “Saya rombak sesuai hobi, yakni bikin ceper alias stance yang dinamis dengan perangkat air suspension,” tuturnya. Sebuah aliran modifikasi stance yang akrab dijuluki bagged. Otoplus.id

Naskah : Iman 
Foto: Iman

Wide Body
Berhubung sudah terkenal akan kenyamanan dan keamanannya, Andy semakin penasaran untuk membuat mobil keluaran 1995 miliknya dibikin seceper mungkin. “Pastinya beda kalau dibanding mobil saya dulu,” kekehnya.

undefined
Pelek 18 inci, wajib memodifikasi bodi

Setelah beberapa kali ganti pelek, Andy sekarang pakai pelek Schmidt TH-Line 3-piece construction ukuran 18 inci. Sektor depan memiliki lebar 10 inci dengan ban Accelera 215/35R18. Sedangkan belakang bertapak 12 inci plus karet bundar Landsail LS588UHP 255/35R18.

Dari pemilihan sektor roda seperti itu, Andy kudu rela mengubah bagian bodi. “Konsekuensinya semua sepatbor harus di natural wide body, sekitar 7 cm di depan dan 10 cm buat belakang,” jelasnya. 

Air Suspension 2-Channel 
Nah, untuk suspensinya, pria 35 tahun ini memasang air suspension Universal Air 2-channel dengan solenoid dan hardline. Konsep kenyamanan elegan dan tampilan pendek menjadi pemikirannya. “Lama-lama pegal juga kalau pendek static,” ujar Andy. 

undefined
System air suspesinon, tertata rapi di bagasi

Yup, stance secara statis kudu rela sedikit repot kalau berurusan dengan speed trap atau jalanan kurang mulus. Dengan air suspension, “Sekarang kalau ketemu ‘polisi tidur’ tinggal naikin saja,” ujar Andy. “Pastinya juga tetap nyaman!”

Potong Atap 
Kesan mewah dipertegas Andy dengan memotong atap mobilnya. “Saya pasang sunroff yang bawaan Volvo pula,” ungkapnya. Dipilih perangkat orisinal S90 versi sunroof. “Sayang, saya nggak dapat top cut. Jadi nggak ada plafon dalam,” bisik pria ramah ini.

undefined
Sunroof comot Volvo S90


Data Modifikasi:
Sunroof : Volvo S90
Corner lamp : Volvo S90 United State Domestic Market (USDM)
Head unit : Pioneer AVH1450DVD
Air suspension : Universal Air 2-channel
Pelek : Schmidt TH-Line 3-piece 10 x 18 inci (dpn); 12 x 18 inci (blkg)
Ban dpn : Accelera 215/35R18
Ban blkg : Landsail LS588UHP 255/35R18

Sumber : otoplus

Reporter : Otoplus Editor
Editor : Otoplus Editor

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×