Modifikasi Daihatsu Granmax Blind Van 2013: Street Art Van

  • Kamis, 25 Mei 2017 19:00 WIB

Street art van | Mamo/Otoplus.id

Bandung - Kehadiran kendaraan jenis van Daihatsu Granmax dengan model blind van dapat dibilang sebagai sebagai salah satu strategi pemasaran yang sukses. Cocok sebagai transportasi untuk menunjang bisnis, mulai dari usaha besar hingga usaha unit kecil, menengah atau rumahan. 

Salah satu yang mengandalkan Daihatsu Granmax blind van sebagai kendaraan usaha adalah pria yang akrab disapa Gan Gan. Selain dapat memfasilitasi barang-barang usaha clothing-nya, bidang bodi Granmax blind van pun cocok untuk menguatkan ikon bisnis, yang mengusung nama Lowered Apparel.

“Kami melakukan modifikasi sekaligus untuk menarik perhatian publik,” terang Gan Gan. Bisnis clothing dan apparel kalau tidak eye catching pasti bakal kurang laku, terlebih di kota Bandung, yang kuat dengan budaya dan seni.

Seperti apa mobil usaha sekaligus ikon milik    Lowered Apparel itu? Otoplus.id
Naskah: Otoplus 

Foto: Mamo


Kanvas Seni Graffiti

Sesuai dengan bidang bisnisnya, yang membidik segmen kawula muda dinamis, Gan Gan mencoba menghadirkan kendaraan usaha yang dapat berbaur pada target pasar. Terlebih tidak ‘canggung’ ketika dipakai membuka gerai atau booth pada pameran berkonsep terbuka.

Maka, “Eksterior yang memiliki bidang luas jadi sarana untuk menarik perhatian calon customer,” terang Gan Gan. Tekniknya, “Saya coba bermain cat yang familier dengan seni jalanan.”

undefined
Gravity berjalan

Benar! Gan Gan sengaja membalur seluruh bodi mobil keluaran 2013 sebagai sebuah kanvas lukis. Prosesnya tidak dilakukan pada workshop khusus pengecatan mobil, melainkan, “Saya ajak 3 seniman graffiti untuk berkolaborasi dengan karakternya masing-masing,” imbuhnya. 

Bukan campur aduk. Namun jelas terlihat pada kedua sisinya yang tidak serupa. Demikian pula pada bidang tengah yang membelah kedua sisi samping. 

Proses memilih seni graffiti sebagai bagian dari pengecatan bodi dilakukan tanpa rencana panjang. “Saat itu, ada kontes graffiti yang diselenggarakan oleh Universitas Padjadjaran atau Unpad. Nah berhubung kenal dengan panitia, kami ditawari untuk menjadikan mobil usaha sebagai media lukisnya,” beber Gan Gan. “Kami sih tertarik. Makanya ya kami coba saja.”

Begitu kelar, “Wah, malah keren nih. Sekalian saja dijadikan maskot buat jualan,” kekeh Gan Gan.


Pelek Tenar Era Nineties  

Terlanjur bermain di sektor eksterior dengan warna unik, Gan Gan semakin penasaran untuk mendandani mobil usahanya. Tentu saja tanpa menyingkirkan fungsi utama sebagai kendaraan niaga yang sewaktu-waktu perlu untuk mengangkut barang-barang dagangan. 

Sektor kaki-kaki dibuat tidak lazim. Pilihannya jatuh pada pelek Antera model palang tiga, yang sempat tenar di era 1990-an. “Saya pakai ukuran 16 inci dengan PCD 120 lubang 5.”

undefined
Pelek model ini sangat populer di era nineties

Sebagai informasi, pelek Antera merupakan produk asal Italia. Ketika booming di tanah air sekitar 1990-an, model paling popular adalah palang tiga dengan diameter di atas 16 inci. Pemakaiannya untuk kendaraan-kendaraan Eropa, seperti Mercedes Benz dan BMW. 

Saking tenarnya, kala itu pelek Antera palang tiga sudah muncul produk replika, apalagi untuk ukuran 13 inci atau 14 inci. Tak heran jika angkutan umum pun berlomba menggunakan pelek Antera sekitar tahun 1990-an tersebut.


Interior 

Agar terkesan tak tanggung, sektor interior turut disentuh. Jok racing model semi bucket terpasang bergaya di area pengemudi. Sementara untuk penumpang depan tetap dibiarkan standar. 

undefined
Jok bergaya racing, model semi bucket

Agar perjalanan promosi ke tempat yang jauh tidak membosankan, seperangkat audio dijejalkan pula pada ruang kabin kendaraan. “Nggak terlalu ekstrem, asal sudah bisa menjadi hiburan ketika perjalanan bisnis,” terang Gan Gan.

 

Data Modifikasi:

Pelek    :    Antera 7.5 x 16 inci

Ban    :    Achilles ATR Sport 195/45R16

Per    :    Custom

Knalpot    :    Custom

Jok    :    Bride, semi bucket seat

Headunit    :    AudioLink, single din

Subwoofer    :    Venom seri X

Power amp.    :    Metallic

Workshop :    

  1. 1.    Lowered Apparel

Jl. Karapitan 103, Bandung

  1. 2.    NH Auto Spring

Jl. Laswi 100, Bandung

 


Sumber : otoplus

Reporter : OTOPLUS
Editor : Otoplus Editor

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×