Honda HR-V 1.8 2015, Jakarta Utara: Ubah Haluan

  • Sabtu, 5 Agustus 2017 16:15 WIB

Modifikasi Honda HRV | OTOPLUS

Ketika pertama kali menebus Honda HR-V, Dimas Nurfiansyah terpikir untuk mengubah tampilan mobilnya. Tema yang dipilih adalah menguatkan kesan modis, dengan mengandalkan pelek ukuran gambot plus air suspension.

Namun kepuasan tersebut sirna ketika muncul keinginan untuk membejek gas lebih dalam. “Penasaran dengan modifikasi mesin buat HR-V nih,” sahut Dimas, yang menjabat sebagai ketua umum HRV Devotee Indonesia ini.

Bukan berarti melakukan engine swap. “Tetap memakai mesin 1.8 liter bawaan pabrik. Saya hanya mendongkrak tenaga dengan high performance parts,” bebernya.

Tak hanya sektor di balik engine hood, Dimas turut meracik ulang bagian lain. “Kurang pas kalau pasang air suspension, makanya suspensi dibenahi kembali,” imbuhnya.

Seperti apa langkah putar haluan ala Dimas tersebut?

Naskah & Foto: Iman

 

Upgrade Mesin

Agar performa naik, Dimas manambahkan piggyback Dastek Unichip Q+ sebagai alat untuk memanipulasi data-data pada computer mesin. Selain itu digunakan pula throttle control dari Free Power, busi iridium NGK Racing, downpipe Kansai, resonator ORD, serta knalpot Fujitsubo.

Biar lebih maksimal, dilakukan pula setting klep. Alhasil performa mesin terasa meningkat. “Jauh lebih kencang dibanding standarnya,” seru pria berkacamata ini.

 

Eksterior

Untuk eksterior, Dimas melapis seluruh bodi dengan wrapping sticker berwarna orange satin premium. Agar menguatkan tema street racing incaran, sebelumnya sudah terpasang bodykit campuran dari produk Modulo, Topline, dan Mugen. “Ditambahkan pula beberapa panel serat karbon,” imbuh ayah satu putra ini.

 

Interior

Kesan racing juga terasa dalam kabin. Di interior, jok Recaro SR5 sudah terpasang rapi menggantikan barang pabrik. Tak ketinggalan, ditempelkan pula panel carbon fiber pada beberapa bagian kabin.

 

Kaki-Kaki

Air suspension ditanggalkan oleh Dimas. Sebagai pengganti, mengandalkan coilover Tein dan EDFC agar lebih stabil di kecepatan tinggi.

Kemudian pelek pun diganti dengan Volk Rays ZE40 ukuran 18 inci berpadu ban Toyo T1R 245/45R18 di sektor depan dan 275/40R18 buat belakang. “Bukan hanya untuk gaya, tapi dengan pelek orisinal jadi lebih aman kalau lagi ngebut,” bilang pemukim di Kelapa Gading, Jakarta Utara ini.

Semakin sempurna, pengereman turut dimaksimalkan. Dimas

mengganti rem depan dengan BBK buatan AP Racing agar lebih mantap daya cengkeram saat pedal rem diinjak.

 

Data Modifikasi:

Pelek: Volk Rays ZE40 Forged 9.5 x 18 inci (dpn); 10.5 x 18 inci (blkg)

Ban: Toyo T1R 245/45R18 (dpn); 275/40R18 (blkg)

Per: Tein, coilover + EDFC

Rem: AP Racing

Grill: Modulo, carbon fiber

Eye lid: Modulo, carbon fiber

Lips depan: Topline, carbon fiber

Side skirt: Mugen

Add-on belakang: Mugen

Ducktail: Topline

Lampu blkg: Honda Vezel

Downpipe: Kansai

Resonator: ORD

Muffler: Fujitsubo

Piggyback: Dastek Unichip Q+

Throttle control: Free Power

Air filter: K&N

Busi: NGK Racing, iridium

Jok: Recaro SR5

Headunit: Pioneer AVH-8850BT

Speaker: Flux BC361 3-way

Power amp.: Flux FS804 & Flux FS1000 D Monoblock

Subwoofer: Flux Nex 12 inci (2 unit)

Kabel RCA: Flux BC

Reporter : Otoplus Editor
Editor : Otoplus Editor

KOMENTAR

MOST READ
EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×